Jumat, 17 Juni 2011

modul perkerasan jalan





MODUL
PERKERASAN JALAN RAYA
Kelas III Semester 6


Melaksanakan Pekerjaan Jalan Raya

SMK Negeri 1 Bukittinggi
Jl. Iskandar teja sukmana-Padang Gamuk Bukittinggi 26117
Telp. (0572)32330 E-mail : smkn-1 bkt@yahoo.com




















 


KATA PENGANTAR
Tujuan penullisan modul ini adalah sebagai tunntununan dan pedoman bagi para siswa dalam merencakan kontruksi perkerasan jalan raya. Modul ini akan menjabarkan tentang anallisa komponen perkerasan jalan raya, menghitung umur rencana dan cara mengevaluasi hasil perencanaan
Diharapkan setelah mempelajari modul ini para peserta diklat mampu dan mau mennggali ilmu kontruksi perkerasan jalan raya,dan bisa merencanakan pekerjaan jalan raya.



Bukittinggi 25 April 2011

Taufik Martha
NIM: 00526/08





                                                         DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.........................................................................................................1
PETA KEDUDUKAN MODUL KPJR.............................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
A.    Deskripsi.............................................................................................3
B.     Prasayarat ..........................................................................................3
C.    Petunjuk penggunaan modul.............................................................. 3
D.    Tujuan akhir........................................................................................ 4
E.     Kompetensi .........................................................................................4
F.     Cek kemampuan ................................................................................. 9

BAB II. DASAR DASAR PERENCANAAN PERKERASAN
A.     Penggolongan Jalan.......................................................................... 10
B.     Klasifikasi Jalan ................................................................................10
C.    Volume dan Sifat Lalu Lintas .............................................................11
D.    Bagian bagian Perkerasan Jalan ..................................................... 12

Evaluasi .............................................................................................. 17


BAB III. NEW COUNTRUCTION
A.    Persentase Kendaraan pada Lajur Rencana ................................. ...18
B.     Angka Ekivalen ................................................................................. 18
C.    Rata rata Lintas Ekivalen ................................................................ .19
D.    Daya Dukung Tanah Dasar ............................................................... 20
E.     Factor Regional ................................................................................. .21
F.     Indeks Permukaan ............................................................................ ..22
G.    Indeks Tebal Perkerasan ................................................................. ..23
H.    Contoh Soal ......................................................................................... 26

Evaluasi ............................................................................................... 28





PETA KEDUDUKAN MODUL PERKERASAN
JALAN RAYA

MENGINTERPRESTASIKAN
DASAR DASAR PERENCANAAN PERKERASAN






MENGINTERPRESTASIKAN
PERENCANAAN NEW COUTRUCTION







MENGINTERPRESTASIKAN
PERENCANAAN TAMBAHAN (OVERLAY)







MENGINTERPRESTASIKAN
METODA PERENCANAAN BERTAHAP







BAB I
PENDAHULUAN
A.                         DESKRIPSI
Modul siswa tentang perencanaan yang akan diukur akan diuraikan dalam buku ini adalah merupakan dasar dasar dalam menentukan tebal perkeraan lentur yang dibutuhkan untuk suatu jalan raya.
Yang dimaksud dengan perkerasan lentur (flexible pavement )dalam perencanaan ini adalah perkerasan yang pada umumnya menggunakan bahan campuran yang beraspal sebagai lapis permukaan serta bahan berbutir sebaagai lapisan bawahnya. Interpresrasi, evaluasi dan kesimpulan-kesimpulan yang akan dikembangkan dari hasil penetapan ini. Harus juga memperhitungkan penerapanya ssecara ekonomis, sesuai dengan  kondisi stempat, tingkat keperluan, kemampuan pelaksanaan dan syarat teknis lainya, sehingga kontruuksi jalan yang direncanakan itu adalah yang optimal.

B.                             PRASYARAT
Kemampuan awal yang diperlukan siswa dalam mempelajari modul aini adalah siswa telah mempelajari dan mengusai modul tentangperkersab jalan raya.

C.                            PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1.      PETUNJUK BAGI SISWA
a.      Bacalah modul ini ssecar berurutan dari kata pengantar sampai ccek kemampuan, pahami benar isi dan setipa babnya.
b.      Setelah kamu mengisi cek kemampuan, apakah kamu termasuk orang yang harus mempelajari modul ini ?
c.       Laksanakan semua tugas tugas yang ada dalam modul ini agar kompetensi kamu berkembang ssesuai standart.
d.      Buatlah rencana kamu dengan  menggunakan format seperti yang ada dalam modul, konsultasikan dengan guru atau istitusi.
e.       Setiap mempelajari setiap satu sub kompetensi kamu harus mulai dari mengusai keputusan pengetahuan pendukung (uraian materi ), melaksanakan tugas tugas , mengerjakan lembaran latihan.
f.       Apabila kamu mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas ini konsultasikan dengan teman teman dan guru kamu.
2.      PERAN GURU 
a.   Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.
b.   Membimbing iswa melalui tugas tugas latihan  yyang dijelaskan dalam tahap belajar.
c.    Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktek baru dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa.
d.   Membantu siswa dalam menentukan dan mengases sumber tambahan laen yang diperlukan untuk belajar.

D.                            TUJUAN AKHIR
  1. Memahami dasar dasar perencanaan jalan raya.
  2. Menentukan jenis klasifiksi jalan sesuai dengan fungsinya.
  3. Memahami jenis jenis perencanaan perkerasan lentur (flexible pavement )
  4. Merencanakan perekerasan lentur (felexible pavement)  dengan metoda analisa komponen dengan perencanaan new kontruction.
  5. Merencanakan perkerasan lentur dengan  perencanaan pekerjaan jalan lama (over lay )
  6. Merencanakan perkersan lentur dengan perencanaan bertahap (onstage)


E.                             SATANDART KOMPETEN






F.                             CEK KEMAMPUAN
  1. Jelaskan macam macam langkah perencanaan tebal perkersan lentur pada jalan raya ?
  2. Jelaskan penggolongan jalan berdasarkan penyesuaianya dan pengawasanya ?
  3. Berapa elevasi yang nyaman untuk kendaraan yang melaju kencang di  jalan raya?
  4. Apa yang membedakan jalan skunder dengan  jalan primer ?
  5. Apa pertimbangan pertama dalam menenntukan tebal perkerasan jalan raya ?
  6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan FR, DDT, ITP, LER,d1, d2, d3?
  7. Uraikan jenis lapisan pada perencanaan tebal perkerasan jalan raya?

















BAB II
PEMBELAJARAN

DASAR DASAR PERENCANAAN PERKERASAN JALAN RAYA
Salah satu bahagian program pemerintah adalah pembangunan jalan raya, sehingga jalan yang dibangun dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pemaakai jalan raya sesuai dengan fungsinya (Dept PU H al I 1978 )
Pengertian jalan raya adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ketempat  yang lainya. Arti lintasan menyangkut jalur tanah yang di perkuat, dan arti lalulintas menyangkut semua benda dan makluk yang lewat  dijalan tersebut.
Langkah langkah perencanaan tebal perkerasan lentur yatu :
  1. Metode analisa komponen.
  2. Metoda bengkelman beam.
Macam macam penggunaan perencanaan yaitu :
-          Perkerasan jalan baru (new ontruction)
-          Perencanaan perkuatan jalan lama (lapisan tambahan / overlay)
-          Perencanaan kontruksi bertahap (stage countruction)
A.    Penggolongan jalan.
Dari sejarah jalan dapat digolongkan sebagai berikut :
1.      Sesuai pelayanan yang didasarkan atas :
a.       Sarana social dan ekonomi (jalan ekonomi)
b.      Prasarana politik dan militer (jalan startegi)
2.      Sesuai dengan  pengawasan seperti :
a.       Jalan desa
b.      Jalan kabupaten kota
c.       Jalan propinsi yaitu jalan yang menghubungkan seluruh kota kota dalam propinsi yang bersangkutan
d.      Jalan negara yaitu jalan yang menghubungkan ibukota2 propinsi.

B.     Klasifikasi jalan
1.      Jalan skunder  yaitu jalan yang menghubungkan kekota kabupaten
2.      Jalan primer yatu jalan yang menghubungkan kekota besar
Berdasarkan fungsinya jalan dibagi atas empat macam yaitu:
1.      jalan arteri             : jalan akses yang dibatasi secara efesien yang jarak jauh dengan kecepatan 60-80km jam
2.      jalan koektor         : jalan akses yang dibatasi untuk jarak sedang dengan kecepatan 40-60km/jam
3.      jalan local  : jalan akses tidak dibatasi  untuk jarak pendek dengan kecepatan 20-40km/jam.
4.      Jalan tol     : jalan akses yang dibatasi dengan jarak pendek dengan kecepatan 80-120km/jam

C.    Volume dan sifat lalulintas
1.      Perkerasan jalan.
Menentukan tebal perkerasan jalan yang akan diuraikan adalah disini adalah untuk menentukan data untuk menentukan tebal perkerasan jalan raya.
a.       Lalu lintas
1.      Kenyataan hasil perhitungan lalu lintas (traficcounts) yang di catat oleh petugas jembatan timbang.
2.      Perkembangan lalu lintas sesuia dengan kondisi dan pontensi social ekonomi daerah yang bersangkutan.
3.      Long range planning yaitu perencanaan jangka panjang.
b.      Umur rencana
Umur rencana perkerasan jalan ditentukan  tidak terlepas dari pertimbngan2 lalu lintas nilai ekonomis  dari jalan yang bersangkutan, agar segala sesuartu menjadi seimbabng baik kegunaan dan pembiyaan.
c.       Tanah dasar dan matrial
Tanah dasar dan matrial yang akan menjadi bagian dari kontruksi perkerasaan, besarnya rencana didasarkan pada hasil dari penilaaian survey, dan penelitian di laboratorium.
d.      Pemeliharaan
-          Perbaikan drainase agar tetap lancer
-          Pemeliharaan permukaan jalan agar tetap stabil
-          Pemeliharaan permukaan jalan dengan menambah lapisan haus,lapisan perata.
-          Menutup lobang lobang stempat.

2.      Istilah dalam pekerjaan jalan
a.       Jalur rencana adalah jalur lalulintas dari suatu system jalan raya, yang menampung lalu lintas besar.
b.      Umur rencana (UR) adalah jumlah waktu dalam satu tahun dirancang dari dimulai dibukanya jalan  raya yang baru sampai pada saat diberlakukanya perbaikan jalan.
c.       Indect permukaan (IP)adalah suatu angka yang menyatakan kehalusan serta kekokohan permukaan  jalan yang bertalian dengan tingkat pelayanan lalu lintas yang lewat.
d.      Jumlah lalu lintas harian rata2 (LHR) adalah

e.       Angka ekivalen adalah angka dari suatu beban as kendaraan yang menyatakan jumlah dari  lalu llintas, yang akan  menyebabkan drajat krusakan.
f.       Lintas ekivalen pertama (LEP) jumlah lintasan ekivalen harian pada jalur rencana
g.      Lintas ekivalen rencana (LER) yaitu jumlah lintas ekivalen  harian rata rata dari as tunggal  seberat 8.2 ton pada jalur rencana yang diduga terjadi selama umur rencana.
h.      Factor regional (FR) factor stempat yang berhubungan dengan iklim hujan kondisi ini berpengaruh terhadap daya dukung tanah
i.        Daya dukung tanah (DDT) suatu skala yang dipakai dalam nomogram penetapan tebal perkerasan untuk menyatakan kekuatan tanah dasar.
j.        Indeks tebal perkerasan (ITP) adalah indeks tebal perkerasan adalah suatu angka yang berhubungan penentuan tebal perkerasaan.


D.    Bagian bagian perkerasan jalan
Bagian  perkerasan jalan umumnya meliputi : lapis pondasi bawah (sub base course ), lapis pondasi (base course), dan lapisan perkerasan permukaan (surface course)



1.      Tanah dasar (sub grade)  
Kekuatan dan keawetan konstruksi perkersaan jalan sangat tergantung dari sifat2 dan daya tukung tanah dasar. Umumnya persoalan yang menyangkkut tanah dasar adalah sebagai berikut :
a.       Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) dari macam tanah tertentu akibat beban lalu lintas.
b.      Sifat mengembang dan menyusut dari tanah tertentu akibat beban lalulintas.
c.       Daya dukung tanah yang tidak merata dan sukar ditentukan akibat perubahan kadar air.
d.      Lendutan dan lendutan balik selama dan sesudah pembebanan lalulintas  dari macam2 tertentu
e.       Tambahan pemadatan akibat pembebanan lalu lintas dan penurunan akibat kannya, yaitu tanah berbutitr kasar  (granula soil) yang tidak dipadatkan secara baik pada pelaksanaan.
Jenis- jenis tanah:
- Tanah Liat Koloidal (Colloid)
Bentuk butir- butir tanah liat koloidal itu bulat dan mempunyai permukaan yang licin. Besar butir- butirnya kurang dari 1µ (µ dibaca mikron ;1 µ =1/1000 mm). Butir- butirnya diselimuti oleh suatu selaput air. Gaya adhesi tanah liat koloidal terhadap air itu besar sekali.
- Tanah liat biasa (clay)
Bentuk butir- butir tanah liat biasa itu bulat dan mempunyai permukaan yang licin. Besar butir- butirnya antara 1 µ dan 5 µ. Gaya Adhesi tanah liat biasa terhadap air itu tidak seberapa besar.
- Tanah lumpur (silt)
Bentuk butir- butir tanah lumpur itu bulat dan mempunyai permukaan yang agak kasar. Besar butir- butirnya antara 5 µ dan 50 µ gaya adhesi tanah lumpur terhadap air itu kecil sekali.
- Pasir halus (fine sand)
Bentuk butir- butir pasir halus itu tidak bulat benar tetapi bersudut- sudut kasar. Besar butir- butirnya antara 50 µ dan 200 µ. Tidak ada gaya adhesi antara butir- butir pasir halus dan air.
- Pasir Kasar (Coarse sand)
Bentuk butir- butir pasir halus itu tidak bulat benar tetapi bersudut- sudut kasar dan tajam. Besar butir- butirnya antara 200 µ dan 2 mm. tidak ada gaya adhesi antar butir- butir pasir kasar dan air.
- Kerikil (gravel)
Bentuk butir- butir kerikil itu bermacam- macam ada yang bulat, bulat telur dan ada yang pipih. Besar butir- butirnya lebih dari 2 mm.

2.      Lapis pondasi bawah (subbase)
Fungsi pondasi bawah antara lain:
a.       Sebagai bagian dari kontruksi perkerasan untuk mendukung dan menyebarkan beban ke roda.
b.      Mencapai efesiensi penggunaan matrial yang relative murah  agar lapisan selebihnya dapat dikurangi tebalnnya .
c.       Untuk mencegah tanah dasar masuk kedalam lapisan pondasi.
d.      Sebagai lapisan pertama agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancer.

Hal ini sehubungan dengan terlalu lemahnya daya dukung tanah dasar terhadap roda roda alat besar atau karena kondisi lapangan yang memaksa harus segera meutup tanah dasar, dari pengaruh cuaca.bermacam macam tipe tanah stempat (CBR >20%, PI 10%) yang relative lebih baik dari tanah dasar yang dapat digunakan sebagai bahan pondasi bawah. Campuran campuran tanah setempat dengan kapur atou semen Portland dalam beberapa hal sangat dianjurkan, agar dapat batuan yang efektif terhadap kestabilan konstruksi perkerasan.

Ditinjau dari asal kejadiannya agregat/ batuan dapat dibedakan :
- Batuan beku
Batuan yang berasal dari magma yang mendingin dan membeku. Dibedakan atas, batuan beku luar (extrusive igneous rock) dan batuan beku dalam (intrusive igneous rock).
- Batuan sedimen
Sedimen berasal dari campuran partikel mineral, sisa- sisa hewan dan tanaman.
Berdasarkan cara pembentukannya batuan sedimen dapat ddibedakan atas:
-          Batuan sedimen yang dibentuk secara mekanik seperti breksi, konglomerat, batu pasir dan batu lempung. Batuan ini banyak mengandung silica.
-          Batuan sedimen yang di bentuk secara organis seperti batu gamping, batu-bara, opal.
-     Batuan sedimen yang dibentuk secara kimiawi seperti batu gamping, garam, gips dan flint.
- Batuan metamorf
Berasal dari batuan sedimen ataupun batuan beku yang mengalami proses perubahan bentuk akibat adanya perubahan tekanan temperature dari kulit bumi.
Berdasarkan proses pengolahannya.
- Agregat alam
Agregat yang dapat dipergunakan sebagaimana bentuknya di alam atau dengan sedikit proses pengolahan, dinamakan agregat alam.
Dua bentuk agregat alam yang sering dipergunakan yaitu: kerikil dan pasir.
Kerikil adalah agregat dengan ukuran partikel >¼ inch (6,35 mm), Pasir adalah agregat dengan ukuran partikel < ¼ inch tetapi lebih besar dari 0,075 mm (saringan no.200).
- Agregat yang melalui proses pengolahan
Digunung- gunung atau di bukit- bukit sering ditemui agregat masih berbentuk batu gunung sehingga diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai agregat konstruksi perkerasan jalan.

Agregat ini harus melalui proses pemecahan terlebih dahulu supaya diperoleh:
-          Bentuk partikel bersudut diusahakan berbentuk kubus.
-          Permukaan partikel kasar sehingga mempunyai gesekan yang baik.
-          Gradasi sesuai yang diinginkan.
Proses pemecahan agregat sebaiknya menggunakan mesin pemecah batu (Crusher stone) sehingga ukuran partikel yang dihasilkan dapat terkontrol sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
- Agregat buatan
Agregat yang merupakan mineral filler/ pengisi (partikel dengan ukuran <0,075>

3.      Lapis pondasi (base)
Fungsi lapisan antara lain :
a.       Sebagai bagian perkerasaan yang menahan beban  roda
b.      Ssebagai perletakan terhadap lapis pemukaan
Bahan bahan untuk lapis pondasi pada umumnya harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban roda. Sebelum menentukan suatu bahan untuk dugunakan sebagai bahan pondasi, hendakanya dilakukan penyelidikan dan pertimbangan sebaik baiknya sehubungan dengan persyaratan teknik.


4.      Lapisan pondasi permukaan (surface)
Fungsi lapis permukaan antara lain ;
a.       Sebagai bahan perkerasan  untuk menahan beban roda
b.      Sebagai lapisan rapat air untuk melindungi badan jalan dari kerusaakan cuaca.
c.       Sebagai lapisan aus (wearing course)

Bahan untuk lapis permukaan umumnya adalah sama dengan bahan untuk lapis pondasi, dengan oersyaratan yang lebih tinggi. Penggunaan bahan aspal diperlukan agar lapisan bersifat kedap air,sedangkan sendiri aspal memberikan bantuan tegangan  tarik, yang berarti menambah daya dukung lapisan terhadap beban roda lalu lintas. Pemilihan bahan untuk lapis permukaan perlu dipertimbangkan kegunaanya, umur rencana serta pentahapan kontruksi, agar dicapai mamfaat yang sebesar besarnya dari biaya yang dikeluarkan.
Aspal didefinisikan sebagai material berwarna hitam atau coklat tua,pad temperature ruang berbentuk padat sampai agak padat.jika dipanaskan sampai suatu temperature tertentu aspal dapat menjadi lunak atau cair sehingga dapat membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan aspal beton atau dapat masuk kedalam pori-pori yang ada pada penyemprotan atau penyiraman pada kekerasan macadam ataupun peleburan.Jika temperature mulai turun,aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada rempatnya (sifat termoplastis).
Jenis Aspal:
Berdasarkan cara diperolehnya aspal dapat dibedakan atas :
1. Aspal alam,dapat dibedakan atas
- Aspal gunung (rock asphalt),contoh aspal dari pulau beton
- Aspal danau (lake asphalt) contoh aspal dari Bermudez,Trinidad.
2. Aspal buatan
- Aspal minyak merupakan hasil penyulingan minyak bumi
- Tar,merupakan hasil penyulingan batubara tidak umum digunakan untuk perkerasan jalan kara lebih cepat mengeras,peka terhadap perubahan temperature dan beracun.
Sifat aspal
Aspal yang digunakan pada konsturksi perkersan jalan berfungsi sebagai :
1. Bahan pengikat,member ikatanyang kuat antara aspal dan agregat dan antara aspal itu sendiri
2. Bahan pengisi mengisi rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada dari agregat itu sendiri.













EVALUASI
Selesaikanlah soal soal dibawah ini dengan benar :
1.      Apa yang dimaksud dari akses jalan dibatasi  pada klasifikasi jalan arteri, kolektor?
2.      Dalam pembuatan jalan kenapa umur rencana harus di pertimbangkan? Dan juga mengapa dalam perencanaan jalan baru harus menggunakan data yang lama.
3.      Secara struktur apa yang membedakan lapisan pondasi flexible pavement dengan perkerasan rigid pavement.
4.      Apa kebihan dan kekurangan perencanaan perkerasan jalan raya dengan flekxible pavement  dan rigid pavement



















BAB III
PEMBELAJARAN
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN BARU
(NEW COUNTRUCTION)
 Lalulintas Rencana
A. Persentase Kendaraan pada Lajur Rencana.
Jalur Rencana (JR) merupakan jalur lalulintas dari suatu ruas jalan raya yang terdiri daris satu lajur atau lebih, jumlah lajur berdasarkan lebar jalan dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut ini:
Koefisien distribusi kendaraan (C) untuk kendaraan ringan dan berat yang lewat pada jalur rencana ditentukan menurut table 3.3 dibawah ini :
B. Angka Ekivalen (E) Beban Sumbu Kendaraan
Angka ekivalen (E) masing-masing golongan beban sumbu (setiap kendaraan) ditentukan menurut rumus daftar dibawah ini :

a. Angka Ekivalen sumbu tunggal:

b. Angka Ekivalen sumbu ganda:


Selain menggunakan rumus diatas, penentuan angka ekivalen dapat ditentukan melalui Tabel yang telah dikeluarkan oleh Bina Marga seperti yang
terlihat pada Tabel 3.4.
C. Perhitungan Lalulintas harian lalu lintas dan rumus rumus lintas ekivalen
a. lalu lintas harian rata rata (LHR) setiap jenis kendaraan ditentukan pada awal umur rencana, yang dihitung uuntuk dua arah pada jalan tampa median atau masing masing arah pada jalan dengan  median.
b. Lintas Ekivalen Permulaan (LEP)
j= jenis kendaraan
n=tahun pengamatan
c. Lintas Ekivalen Akhir (LEA)

dengan:
j           = Jenis kendaraan
n          = Tahun pengamatan
LHR    = Lalu lintas harian rata – rata
I           = Perkembangan lalu lintas
UR      = Umur rencana
Cj        = Koefisien distribusi kendaraan,dan
Ej         = Angka ekivalen ( E ) beban sumbu kendaraan.

d. Linta Ekivalen Tengah (LET)

dengan:
LET : Lintas Ekivalen Tengah
LEP : Lintas Ekivalen Permukaan
LEA : Lintas Ekivalen Akhir

f. Lintas Ekivalen Rencana

LER =LET x FP
Factor penyesuaian (FP) dihitung dengan rumus sebagai berikut :
FP=UR x 10
FP= faktor penyesuaian
UR= umur rencana, (tahun)


D. Daya Dukung Tanah Dasar
Daya Dukung Tanah Dasar  (DDT) ditetapkan berdasarkan grafik korelasi
Harga yang mewakili dari sejumlah harga CBR yang dilaporkan , ditentukan sebagai berikut :
a.       Tentukan harga CBR terendah
b.      Tentkan berapa banyak harga CBR yang sama dan lebih besar dari masing masing nilai CBR.
c.       angka jumlah terbanyak dinyatakan sebagai 100%. jumlah lainya merupakan persentase dari 100%.
d.      dibuat grafik hubungan antara harga CBR dan persentase jumlah tadi.
e.       Nilai CBR yang mewakili adalah yang didapat dari angka persentase 90%






seperti pada Gambar 3.1. Daya dukung tanah dasar diperoleh dari nilai CBR atau
F. Faktor Regional
Faktor regional (FR) adalah faktor koreksi sehubungan dengan adanya
perbedaan kondisi dengan kondisi percobaan AASHTO Road Test dan disesuaikan
denga keadaan Indonesia. FR dipengaruhi oleh bentuk elemen, persentase
kendaraan berat yang berhenti serta iklim, penentuan FR menggunakan Tabel 3.5.
G. Indeks Permukaan
Indeks permukaan adalah nilai kerataan/ kehalusan serta kekokohan permukaan yang bertalian dengan tingkat pelayanan bagi lalulintas yang lewat. Nilai Indeks permukaan beserta artinya adalah sebagai berikut :
a. IP = 1,0 menyatakan permukaan jalan dalam keadaan rusak berat sehingga menganggu lalu lintas kendaraan.
b. IP = 1,5 menyatakan tingkat pelayanan rendah yang masih mungkin ( jalan tidak terputua )
c. IP = 2 menyatakan tingkat pelayanan rendah bagi jalan yang masih cukup.
d. IP = 2,5 menyatakan permukaan jalan masih cukup stabil dan baik.

Dalam menentukan IP pada akhir umur rencana, perlu dipertimbangkan faktor – faktor klasifikasi fungsional jalan dan jumlah lintas ekivalen rencana ( LER ) seperti ditunjukkan pada Tabel 3.6.

* ) LER dalam satuan angka ekivalen 8,16 ton beban sumbu tunggal.
Catatan : Pada proyek – proyek penunjang jalan, JAPAT/ jalan murah atau jalan darurat maka IP dapat diambil 1,0 .

Dalam menentukan Indeks permukaan pada awal umur rencana ( IPo ) perlu diperhatikan jenis lapis permukaan jalan ( kerataan/ kehalusan serta kekokohan ) pada awal umur rencana seperti yang tercantum dalam Tabel 3.7.
Tabel 3.7. Indeks permukaan pada awal umur rencana ( IPo )

H. Indeks Tebal Perkerasan
ITP= a1D1 + a2D2 + a3D3 ........................................................................ (3.9)
ITP= indeks tebal perkerasan
1, 2, 3 a a a = Koefisien kekuatan relative bahan lapis keras
1, 2, 3 D D D = Tebal masing – masing lapisan lapis keras
Untuk koefisien relatif bahan (a) yang akan digunakan pada persamaan 3.8 dapat
dilihat pada Tabel 3.9 berdasarkan jenis bahan yang digunakan.










I.Contoh  Soal:
Perencanaan Perkerasan Jalan Baru.
1.      Rencanakan :
Tebal perkerasan untuk jalan 2 jalur, data lalu lintas tahun 2001 seperti dibawah ini, dan umur rencana 5 tahun. Jalan d buka tahun 2005 ( i selama pelaksanaan = 5% pertahun ) FR 1.0 dan CBR tanah dasar = 3,4%
2.      Data data :
Kendaraan ringan 2 ton....................................................................... 90 kendaraan
Bus 8 ton............................................................................................. 3   kendaraan
Truck 2 as 10 ton................................................................................. 2   kendaraan

                                                                  LHR 2001 = 95 kendaraan/hari/2jurusan.
Perkembangan lalu lintas (i) : untuk 5 tahun 8%
            Bahan bahan perkerasan :
-          Peleburan (lapis pelindung ), lapen mekanis.
-          Batu pecah (CBR 50)
-          Tanah kepasiran  (CBR 20)
3.      penyelesaian :
LHR pada tahun 1985 (awal umur rencana), dengan rumus : (1+i)n
Kendaraan ringan 2 ton............................................................ 109,4 kendaraan
Bus 8 ton................................................................................... 3,6     kendaraan
Truck 2 as 10 ton...................................................................... 2,4     kendaraan

LHR pada tahun 5 (akhir umur rencana), dengan rumus : (1+i)n.
                                                                                                                        Tahhun ke 5
Kendaraan ringan 2 ton........................................................ 160,7 kendaraan
Bus 8 tonkendaraan................................................................ 5,3 kendaraan
Truck 2 as 10 ton.................................................................... 3,5 kendaraan

Menghitung angka ekivalen (E) masing masing kendaraan sebagai berikut :
Kendaaraan ringan 2 ton.............................. 0.0002+0.0002 = 0.0004
Bus 8 ton...................................................... 0.0183+0.1410= 0.1593
Truck 2 as..................................................... 0.0577+0.2923= 0.3500



Menghitung LEP :
Kendaaraan ringan 2 ton.............................. 0.50x109.4x0.0004 = 0.022
Bus 8 ton...................................................... 0,50x3,6x 0,1593    = 0.287
Truck 2 as..................................................... 0.50x2,4x 0,3500    = 0.420
                                                                                              LEP = 0.729
Menghitung LEA :
Kendaaraan ringan 2 ton.............................. 0.50x160,7x0.0004 = 0.022
Bus 8 ton...................................................... 0,50x5,3 x 0,1593   = 0.422
Truck 2 as..................................................... 0.50x3,5 x 0,3500   = 0.612
                                                                                           LEA5 = 1,066
Linta Ekivalen Tengah (LET)

              LET =1/2 (0.729 + 1,066) = 0,90

Lintas Ekivalen Rencana

LER =LET x FP               LER = 0,90 x 5/10 = 0,45

                  Mencari ITP :
                  CBR tanah dasar = 3,4 % ; DDT= 4 : IP = 1,5 : FR = 1,0
                  LER5 = 0,45……………. ITP5 = 2,8 (IPo = 2,9 – 2,5 )

                  Menetapkan tebal perkerasan :
                  Koefisien kekuatan relative :
1.      peleburan = 0,00 = a1 lapen mekanis = 0,25 = a1
2.      batu pecah (CBR 5) = 0,12 = a2
3.      tanah kepasiran (CBR 20) = 0,10 =a3

                  ITP= a1. D1+ a2. D2+ a3. D3
                        UR 5 tahun
                  2,8 = 0,12 . D2  + 0,10 . D3
                        Batas minimum tebal lapisan untuk ITP =2,8 :
                  Batu pecah (CBR ) = 15 cm
                  Tanah kepasiran  (CBR 20) = 10 cm
                  2,8 = 0,12 . D2 +  0,10 . 10 = 0,12 D2  + 1
                  D2 = 15 cm ( minimum )




EVALUASI
Selesaikanlah soal soal dibawah ini dengan benar :
Pembangunan jalan baru dilaksanakan selama empat tahun  dengan perkembangan lalulintas 4,5%/ tahun. LHR survey pada tahun 2000 adalah : KR 2T (1+1) = 1655 kendaraan, bus 8T  (3+5) = 657 kendaraan, truck 2 as 10T (4+6)= 350 kendaraan . jalan yang dibangun merupakan jalan arteri dua jalur satu arah . jalan terletak di daerah dengan kelandaian 8% dan curah hujan  750mm/tahun. Hasil pemeriksaan nilai CBR adalah 6%, 5%, 4%, 5,5%, 6% , 5%. Umurr rencana jalan tersebut sampai 2011 dengan memaksimumkan lapis pondasi atas dan perkembangan lalu lintas  5,5%/tahun. Bahan yang digunakan  adalah laston (MS-590) dengan rougness 1500mm/km, laston atas (MS-340), dan sirtu (cbr-70). Rencanakan dan gambarkan kontruksi perkerasan jalan tersebut.

3 komentar:

  1. makasih infonya...........kita tunggu komen dan kunjungan baliknya ke link kita

    BalasHapus
  2. Makasih Gan infonya..
    Izin Copas buat refgas saya ya gan..
    salam TEKNIK (y)

    mahasiswa Maluku Utara_Ternate

    BalasHapus